Loading Now
×

Angka Kekerasan Terhadap Perempuan di Indonesia Meroket di Tahun 2022

Angka Kekerasan Terhadap Perempuan di Indonesia Meroket di Tahun 2022

Angka Kekerasan Terhadap Perempuan di Indonesia Meroket di Tahun 2022

Share this content:

Angka perempuan yang mengalami kekerasan di Tanah Air mengalami kenaikan pada 2022, yaitu mencapai 32.000 orang dibandingkan 27.000 pada 2021. Tingginya angka tersebut dilatarbelakangi oleh sejumlah faktor, antara lain ekonomi, perkawinan anak, dan kesadaran hukum.

Baca Juga:

Kenaikan Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia

Jumlah perempuan yang mengalami kekerasan di Indonesia mengalami kenaikan pada tahun 2022, mencapai 32.000 orang dibandingkan 27.000 pada tahun 2021. Kenaikan angka tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti kondisi ekonomi, perkawinan anak, dan tingkat kesadaran hukum yang rendah.

Jenis Kekerasan yang Paling Tinggi

Berdasarkan data yang diperoleh dari gabungan sistem pendokumentasian, terdapat tiga jenis kekerasan yang paling tinggi, yaitu kekerasan seksual dengan 14.174 korban, kekerasan psikis dengan 11.230 korban, dan kekerasan fisik dengan 9.271 korban. Meskipun seorang korban dapat mengalami lebih dari satu jenis kekerasan, seperti kekerasan seksual, psikis, dan fisik, angka tersebut masih sangat mengkhawatirkan. Kepala Biro Data dan Informasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Lies Rosdianty, menyatakan bahwa kekerasan seksual adalah jenis kekerasan yang paling sering dialami oleh perempuan.

Kolaborasi Tiga Lembaga

Tiga lembaga, yaitu Simfoni PPA Kemen PPPA, Sintas Puan oleh Komnas Perempuan, dan sistem pendokumentasian Titian Perempuan oleh Forum Pengada Layanan (FPL), telah melakukan kolaborasi sejak tahun 2020 untuk menguak fenomena kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Basis data sinergi ketiga institusi tersebut mengungkapkan bahwa jumlah pelaku kekerasan yang dilaporkan sebanyak 23.205, yang lebih sedikit dari jumlah korban. Hal ini menunjukkan bahwa satu pelaku dapat melakukan kekerasan terhadap beberapa korban atau terdapat data pelaku yang tidak tercatat dalam sistem basis data tersebut. Banyak korban yang tidak mengetahui atau tidak dapat melaporkan pelaku kekerasan yang dialaminya.

See also  Menakjubkan! Inilah Hasil Interaksi Presiden Jokowi selama Berkunjung ke Kenya

Kekerasan terhadap Perempuan di Ranah Privat

Kekerasan terhadap perempuan sering kali terjadi di ranah privat, seperti dalam rumah tangga, namun sering dianggap sebagai sesuatu yang normal oleh masyarakat karena alasan budaya dan norma yang ada. Pelaku kekerasan terbanyak dalam basis data ketiga lembaga tersebut adalah suami, pacar, orang tua, dan mantan pacar. Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung justru menjadi pelaku kekerasan, sehingga banyak kasus kekerasan terhadap perempuan yang tidak dilaporkan.

Laporan Kekerasan Tertinggi di Jawa

Menurut laporan yang disampaikan oleh Ketua Sub Komisi Pemantauan Komnas Perempuan, Bahrul Fuad, kekerasan terhadap perempuan tertinggi masih terjadi di Jawa. Ibu Kota DKI Jakarta mencatat jumlah korban terbanyak sebanyak 3.339 orang, diikuti oleh Jawa Timur dengan 2.741 orang, dan Jawa Tengah dengan 2.733 orang. Sedangkan jumlah laporan kekerasan terhadap perempuan terendah berada di Sulawesi Barat.

Faktor-faktor Penyebab

Bahrul Fuad menjelaskan bahwa keadaan ini dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti infrastruktur yang baik di Pulau Jawa dibandingkan dengan daerah lain di luar Jawa, serta faktor jaringan komunikasi dan kesadaran publik terkait kekerasan terhadap perempuan.

99fbcda2e7894e079f257dc961a4a529 Angka Kekerasan Terhadap Perempuan di Indonesia Meroket di Tahun 2022

Baca Juga:

Post Comment

What is the transit time for shipments with melbourne international freight company ?. Contact us spa bali | spa in seminyak | spa in bali. The scenic series | terreno homes for sale in naples florida | terreno single family homes.