Loading Now
×

Bappenas: RI Terdampak Parah Penyakit Dutch Disease, Ini Bahayanya

Bappenas: RI Terdampak Parah Penyakit Dutch Disease, Ini Bahayanya

Bappenas: RI Terdampak Parah Penyakit Dutch Disease, Ini Bahayanya

Share this content:

**Jakarta**, 25 September 2022 – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan bahayanya penyakit Dutch Disease yang tengah mendera perekonomian Republik Indonesia (RI) saat ini. Dalam sebuah konferensi pers yang digelar hari ini, Bappenas menjelaskan bagaimana penyakit ini berdampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi negara.

Baca Juga:

RI Digerogoti Penyakit Dutch Disease, Bappenas Ungkap Bahayanya

RI Digerogoti Penyakit Dutch Disease, Bappenas Ungkap Bahayanya

Jakarta, 25 September 2022 – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan bahayanya penyakit Dutch Disease yang tengah mendera perekonomian Republik Indonesia (RI) saat ini. Dalam sebuah konferensi pers yang digelar hari ini, Bappenas menjelaskan bagaimana penyakit ini berdampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi negara.

Dampak Ekonomi Negatif yang Dicetuskan

Dikutip dari laporan Bappenas, Dutch Disease menyebabkan penurunan kompetitivitas produk domestik, terutama dalam sektor manufaktur. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya nilai tukar mata uang akibat kenaikan harga komoditas ekspor, seperti minyak dan gas bumi. Yang terjadi kemudian adalah penurunan daya saing produk dalam negeri, yang berdampak pada penurunan ekspor dan peningkatan impor.

Kesenjangan Pembangunan yang Semakin Lebar

Selain itu, Dutch Disease juga berdampak pada kesenjangan pembangunan antara sektor primer dan sektor lainnya. Pertumbuhan ekonomi yang terfokus hanya pada sektor komoditas menyebabkan sektor lain seperti industri dan jasa menjadi tertinggal. Akibatnya, neraca pembayaran negara menjadi tidak seimbang dan tingkat pengangguran semakin tinggi.

Solusi untuk Mengurangi Dampak Dutch Disease

Bappenas juga menyampaikan beberapa solusi untuk mengurangi dampak negatif Dutch Disease. Salah satunya adalah dengan diversifikasi ekonomi melalui pengembangan sektor non-komoditas. Pemerintah perlu mendorong investasi pada sektor manufaktur dan jasa agar pertumbuhan ekonomi lebih berimbang.

See also  Investree Digugat oleh Ribuan Pemberi Pinjaman karena Rugi Miliaran Rupiah

Kolaborasi Antara Pemerintah dan Swasta

Selain itu, kerjasama antara pemerintah dan sektor swasta juga diperlukan guna mengatasi Dutch Disease. Bappenas mengakui perlunya pelibatan pihak swasta dalam pembangunan infrastruktur dan sektor non-komoditas. Dengan kolaborasi ini, diharapkan ekonomi negara dapat bergerak maju ke arah yang lebih berkelanjutan.

Kesimpulan

Penyakit Dutch Disease memiliki dampak yang sangat merugikan bagi perekonomian Republik Indonesia. Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, Bappenas menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi dan kerjasama antara pemerintah dan sektor swasta. Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan ekonomi negara dapat pulih dan tumbuh secara berkelanjutan.

Dampak Ekonomi Negatif yang Dicetuskan

Dikutip dari laporan Bappenas, Dutch Disease menyebabkan penurunan kompetitivitas produk domestik, terutama dalam sektor manufaktur. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya nilai tukar mata uang akibat kenaikan harga komoditas ekspor, seperti minyak dan gas bumi. Yang terjadi kemudian adalah penurunan daya saing produk dalam negeri, yang berdampak pada penurunan ekspor dan peningkatan impor.

Kesenjangan Pembangunan yang Semakin Lebar

Selain itu, Dutch Disease juga berdampak pada kesenjangan pembangunan antara sektor primer dan sektor lainnya. Pertumbuhan ekonomi yang terfokus hanya pada sektor komoditas menyebabkan sektor lain seperti industri dan jasa menjadi tertinggal. Akibatnya, neraca pembayaran negara menjadi tidak seimbang dan tingkat pengangguran semakin tinggi.

Solusi untuk Mengurangi Dampak Dutch Disease

Bappenas juga menyampaikan beberapa solusi untuk mengurangi dampak negatif Dutch Disease. Salah satunya adalah dengan diversifikasi ekonomi melalui pengembangan sektor non-komoditas. Pemerintah perlu mendorong investasi pada sektor manufaktur dan jasa agar pertumbuhan ekonomi lebih berimbang.

Kolaborasi Antara Pemerintah dan Swasta

Selain itu, kerjasama antara pemerintah dan sektor swasta juga diperlukan guna mengatasi Dutch Disease. Bappenas mengakui perlunya pelibatan pihak swasta dalam pembangunan infrastruktur dan sektor non-komoditas. Dengan kolaborasi ini, diharapkan ekonomi negara dapat bergerak maju ke arah yang lebih berkelanjutan.

See also  Kabar Gembira! BYD Bakal Segera Masuk ke Pasar Indonesia, Ungkap Luhut

Kesimpulan

Penyakit Dutch Disease memiliki dampak yang sangat merugikan bagi perekonomian Republik Indonesia. Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, Bappenas menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi dan kerjasama antara pemerintah dan sektor swasta. Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan ekonomi negara dapat pulih dan tumbuh secara berkelanjutan.

ri-digerogoti-penyakit-dutch-disease-bappenas-ungkap-bahayanya-cnbc-indonesia-tv_169 Bappenas: RI Terdampak Parah Penyakit Dutch Disease, Ini Bahayanya

Baca Juga:

Post Comment