Loading Now
×

Max Verstappen, Pebalap yang Berjuluk “The Fastest” dengan Gelar Juara Dunia F1

Max Verstappen, Pebalap yang Berjuluk "The Fastest" dengan Gelar Juara Dunia F1

Max Verstappen, Pebalap yang Berjuluk “The Fastest” dengan Gelar Juara Dunia F1

Share this content:

3fcac45ea3b5a83b71fcbfb1e5320a1f Max Verstappen, Pebalap yang Berjuluk "The Fastest" dengan Gelar Juara Dunia F1

Baca Juga:

Max Verstappen (Red Bull Racing) Dinobatkan Sebagai Juara Dunia 2022

Max Verstappen dari tim Red Bull Racing telah dinobatkan sebagai juara dunia Formula 1 tahun 2022, meskipun masih ada beberapa seri tersisa dalam musim ini. Seri-seri yang belum dilangsungkan adalah Amerika Serikat, Meksiko, Brasil, dan Abu Dhabi. Prestasi ini membuktikan betapa superiornya Verstappen sebagai seorang pembalap, di mana rival-rivalnya tidak mampu mengejar poin yang telah ia kumpulkan, meskipun sang rival memenangkan balapan dalam seri-seri tersisa.

Rekor Pembalap Lain yang Mengunci Gelar Lebih Awal

Namun, apakah ada pembalap lain yang pernah mengunci gelar juara dunia lebih awal daripada Verstappen? Jawabannya adalah ada. Sebenarnya, sudah pernah terjadi pembalap lain yang berhasil mengamankan gelar juara dunia dengan sisa 4 seri balapan. Salah satunya adalah Sebastian Vettel pada tahun 2011 ketika ia membela tim yang sama.

Nigel Mansell (Williams Renault) 1992

Pada musim 1992, pembalap Williams Renault yaitu Nigel Mansell berhasil mencetak rekor dengan mengunci gelar juara dunia lebih cepat daripada Verstappen, yakni hanya menyisakan 5 balapan. Saat itu, dalam satu musim terdapat total 16 balapan, dan Mansell tampil dengan dominasi yang luar biasa. Terbukti bahwa ia tidak pernah absen dari podium, kecuali ketika mengalami masalah teknis yang menyebabkannya gagal finis. Mansell berhasil memenangkan 9 balapan dan finis di posisi kedua sebanyak 3 kali. Satu-satunya kegagalan Mansell adalah saat ia tidak finish di Kanada, Italia, Jepang, dan Australia.

See also  Ketegangan di Lapangan - Penalti yang Disengketakan Menentukan Kemenangan MU

Pada saat itu, pembalap asal Inggris tersebut unggul dengan total 108 poin atas rekan satu timnya di Williams, Riccardo Patrese, yang hanya mengumpulkan 56 poin. Bahkan, dengan sisa 5 balapan, Patrese tidak memiliki peluang untuk mengejar ketertinggalan poin tersebut, karena dalam sistem poin F1 pada saat itu, pemenang balapan hanya mendapatkan 10 poin.

Michael Schumacher (Ferrari) 2002

Siapa yang tidak mengenal Michael Schumacher ketika membicarakan Formula 1? Salah satu penampilan terbaik Schumacher mungkin terjadi pada musim 2002, di mana ia berhasil mengunci gelar juara dunia, meskipun masih ada 6 balapan tersisa. Pada musim tersebut, F1 mengadakan total 17 Grand Prix.

Perlu diketahui bahwa Schumacher tidak pernah keluar dari zona podium sepanjang musim tersebut. Ia berhasil meraih 11 kemenangan, finis di posisi kedua sebanyak 5 kali, dan finis di posisi ketiga paling buruk di Sepang, Malaysia. Dengan capaian tersebut, pembalap Jerman ini mengumpulkan total 144 poin.

Bahkan, rekan setimnya yang berada di peringkat kedua dalam klasemen, yaitu Rubens Barrichello, hanya mampu mengumpulkan 77 poin, jaraknya unggul 64 poin. Sampai saat ini, Schumacher masih memegang rekor sebagai pembalap F1 yang paling cepat mengamankan gelar dalam satu musim. Ia berhasil meraih gelar tersebut setelah meraih kemenangan di GP Prancis pada seri ke-11 F1 2002.

Baca Juga:

Post Comment

Yoga in canggu yoga class in canggu. Copyright © 2024 rummy nabob. Contact us spa bali | spa in seminyak | spa in bali.