Loading Now
×

Membedakan Depresi Pasca Melahirkan dari Sindrom Baby Blues pada Ibu Baru

Membedakan Depresi Pasca Melahirkan dari Sindrom Baby Blues pada Ibu Baru

Membedakan Depresi Pasca Melahirkan dari Sindrom Baby Blues pada Ibu Baru

Share this content:

Psikolog klinis dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Nuran Abdat, M. Psi, menjelaskan bahwa depresi sindrom baby blues dan depresi postpartum adalah dua jenis masalah mental yang berbeda. Ibu hamil memiliki risiko tiga kali lebih besar mengalami depresi daripada laki-laki. Depresi pada wanita dapat terjadi pada usia reproduktif yaitu antara 12 hingga 51 tahun.

Baca Juga:

Perbedaan antara Sindrom Baby Blues dan Depresi Postpartum

# Depresi pada Ibu Pasca Melahirkan

Psikolog klinis dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Nuran Abdat, menjelaskan bahwa depresi sindrom baby blues dan depresi postpartum (postpartum depression) adalah dua jenis masalah mental yang berbeda. Dalam diskusi daring pada Kamis (3/8/2023), Nuran menjelaskan bahwa wanita memiliki risiko tiga kali lebih besar mengalami depresi setelah melahirkan dibandingkan dengan laki-laki.

Menurut Nuran, depresi pada wanita dapat terjadi pada usia reproduktif antara 12 hingga 51 tahun. Sindrom baby blues adalah gangguan emosi yang umumnya muncul pada dua sampai tiga hari setelah melahirkan, tetapi beberapa orang mengalami gejala ini hingga 2 minggu setelah melahirkan. Beberapa gejala yang muncul saat mengalami sindrom baby blues antara lain perubahan emosi secara signifikan, rasa sedih, mudah lupa, mudah tersinggung dan stres, sering menangis, kualitas tidur berkurang, dan merasa cemas karena khawatir tidak bisa merawat bayi dengan baik.

Sekitar 80 persen ibu hamil dan melahirkan mengalami sindrom baby blues, sehingga kondisi ini merupakan hal yang umum terjadi. Namun, sindrom baby blues dapat menjadi pemicu dari kondisi depresi yang lebih berat yaitu depresi postpartum.

See also  WHO Membuat Peringatan Mendesak: Bersiaplah untuk Penyakit X!

# Perbedaan antara Sindrom Baby Blues dan Depresi Postpartum

Nuran menyebutkan bahwa sindrom baby blues muncul selama dua minggu, sedangkan kondisi depresi postpartum terjadi pada dua minggu sampai satu bulan setelah melahirkan dengan gejala yang berlangsung lebih lama hingga satu tahun.

# Faktor Penyebab

Sindrom baby blues disebabkan oleh perubahan fisiologis yang terjadi setelah melahirkan dan intensitasnya dipengaruhi oleh faktor psikologis. Sementara itu, depresi postpartum lebih banyak dipengaruhi oleh faktor psikososial seperti stres berlebih yang dikombinasikan dengan perubahan hormon dan berbagai kesulitan dalam kehidupan.

# Dampak Psikologis

Dampak psikologis akibat depresi postpartum lebih berat termasuk perasaan sedih dan putus asa yang berlebihan, merasa tidak berguna dan tidak mampu menjadi ibu yang baik. Pengidap depresi postpartum juga mengalami kesulitan membangun ikatan dengan bayi, cemas berlebihan, pola makan yang buruk, kehilangan minat untuk beraktivitas, hingga memiliki pikiran ingin melakukan bunuh diri atau membunuh bayinya.

# Dampak terhadap Ibu dan Keluarga

Kondisi depresi postpartum lebih berbahaya karena tidak hanya memberikan dampak buruk kepada ibu, tetapi juga terhadap bayi, keluarga, dan orang-orang terdekat lainnya.

Nuran mengingatkan bahwa gejala-gejala ini dapat mengancam bukan hanya ibu, tetapi juga hubungan ibu dengan suami, anak-anak, ibu mertua, teman-teman, dan siapa pun yang dekat dengan ibu tersebut.

116eeda1af874a3f9eda7737502857d0 Membedakan Depresi Pasca Melahirkan dari Sindrom Baby Blues pada Ibu Baru

Baca Juga:

Post Comment

Tanzania, united republic of. Spa bali massage. Pulte homes new construction naples florida.