Loading Now
×

Mengungkap Kebenaran Sektor Sawit: Buku ‘Mitos Vs Fakta Sawit’ Tersedia untuk Publik

Mengungkap Kebenaran Sektor Sawit: Buku 'Mitos Vs Fakta Sawit' Tersedia untuk Publik

Mengungkap Kebenaran Sektor Sawit: Buku ‘Mitos Vs Fakta Sawit’ Tersedia untuk Publik

Share this content:

Hingga saat ini, persepsi negatif terhadap industri sawit masih muncul dan semakin mengkhawatirkan. Tudingan dan kampanye negatif mengenai isu-isu ekonomi, sosial, kesehatan, gizi, dan lingkungan terkait sawit semakin intensif dan meluas, baik di dalam negeri maupun internasional. Persepsi negatif ini tercermin dalam kebijakan-kebijakan yang membuat perdagangan produk sawit menjadi sulit dan terhambat di negara-negara importir minyak sawit.

Baca Juga:

Persepsi Negatif Terhadap Industri Sawit Masih Terus Muncul

Hingga saat ini, persepsi negatif terhadap industri sawit masih saja muncul, bahkan semakin mengkhawatirkan. Tudingan dan kampanye negatif dengan mengangkat isu negatif sawit baik dari segi ekonomi, sosial, kesehatan dan gizi, maupun lingkungan kian intensif dan meluas, baik di dalam negeri maupun tingkat internasional. Persepsi negatif terhadap sawit telah ditranskripsikan dalam bentuk berbagai kebijakan di berbagai negara importir minyak sawit yang bersifat menghambat, melarang, dan mempersulit perdagangan produk sawit secara internasional.

Buku Mitos Vs Fakta Sawit Edisi-4 untuk Menyajikan Informasi Empiris

Buku Mitos Vs Fakta Industri Minyak Sawit dalam Isu Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan Global Edisi Keempat diterbitkan dengan tujuan untuk menyajikan informasi empiris tentang industri sawit. Dalam buku ini, mitos (termasuk opini, isu, dan tuduhan) didialektikakan dengan fakta-fakta empiris yang diperoleh dari berbagai riset terkait isu, opini, dan tuduhan. Melalui proses dialektika tersebut, diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang berimbang dan pemahaman yang komprehensif tentang industri sawit. Dengan demikian, masyarakat tidak terperangkap dalam persepsi negatif melihat industri sawit yang diframing pihak-pihak tertentu. Dengan informasi yang komprehensif, masyarakat dapat menggunakan hak-haknya untuk menikmati multi manfaat dari industri sawit nasional.

See also  Barbie Menguasai Box Office dengan Penjualan Tertinggi USD155 Juta di Akhir Pekan

Dukungan dan Partisipasi dalam Advokasi Sawit

Acara Advokasi Sawit dan Peluncuran Buku Mitos Vs Fakta Sawit Edisi-4 di Jakarta didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Hadir dalam kegiatan ini Bungaran Saragih (Ketua Dewan Pembina PASPI), Musdhalifah Machmud (Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian), Eddy Abdurrachman (Dirut BPDPKS), dan Reni Mayerni (Deputi Bidang Pengkajian Strategik Lemhanas). Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah organisasi kelapa sawit, perguruan tinggi, dan kementerian/lembaga.

Mengatasi Opini Negatif dan Mitos tentang Sawit

Tungkot menjelaskan beberapa opini, isu, dan tudingan terhadap sawit bahkan bukan lagi pada level persepsi tetapi sudah berubah menjadi mitos. Salah satunya, minyak sawit dimitoskan mengandung kolesterol. Padahal tanaman (termasuk sawit) tidak memproduksi kolesterol. Karena kolesterol hanya diproduksi oleh hewan dan manusia.

Komitmen Industri Sawit terhadap Sustainability

Bungaran Saragih menjelaskan, Indonesia menjadi produsen minyak nabati dunia. Keberhasilan ini membawa dinamika baru bagi minyak nabati. Persaingan bergeser dari price competition ke non price competition karena produsen minyak nabati non sawit tidak bisa bersaing. “Isu yang digunakan adalah isu sustainability, baik sosial, ekonomi, dan lingkungan. Padahal industri sawit Indonesia berkomitmen terhadap sustainability,” katanya.

Mempertaruhkan Masa Depan Industri Sawit dan Petani

Jika persepsi negatif terhadap sawit terus dibiarkan, maka akan mempertaruhkan Rp1.600 triliun nilai aset kebun sawit nasional dan lebih dari Rp1.000 triliun nilai aset industri hilir sawit. Hal ini juga akan mempertaruhkan masa depan 2,5 juta rumah tangga petani sawit dan 17 juta tenaga kerja. Industri sawit juga akan menjadi faktor penting dalam sumber devisa negara, di mana industri ini mampu menyumbang USD39 miliar pada 2022.

See also  1 Muharram: Peristiwa Bersejarah yang Mengubah Nasib Umat Islam

Mencintai Kelapa Sawit Indonesia

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian, Musdhalifah Machmud, mengajak semua stakeholders kelapa sawit Indonesia untuk melakukan kegiatan bersama dengan tujuan mencintai kelapa sawit Indonesia. Ini sebagai respon terhadap berbagai tantangan dan serangan terhadap industri sawit.

Menerima dan Mengatasi Persepsi Negatif

Eddy Abdurrachman mengapresiasi buku yang telah disusun PASPI dan menjadi senjata utama menangkal serangan terhadap industri sawit. Persepsi negatif terhadap sawit tersebut terjadi karena kombinasi beberapa hal, seperti pemahaman keliru terhadap sawit dan proses pembangunannya. Selain itu, kampanye negatif sawit yang semakin intensif juga menjadi bagian dari strategi non-price competition pasar minyak nabati dan energi dunia. Oleh karena itu, penting untuk menerima dan mengatasi persepsi negatif tersebut dengan informasi yang komprehensif dan fakta-fakta empiris.

luncurkan-buku-mitos-vs-fakta-sawit-paspi-dan-bpdpks-sajikan-info-berimbang-xzi Mengungkap Kebenaran Sektor Sawit: Buku 'Mitos Vs Fakta Sawit' Tersedia untuk Publik

Baca Juga:

Post Comment