Loading Now
×

Penjualan Ginjal Melonjak, Korban PHK Akibat Pandemi Menjadi Mangsa

Korban PHK Terjebak Jual Ginjal di Masa Pandemi, Perindo Serukan Diberikan Dukungan dan Ditolong

Penjualan Ginjal Melonjak, Korban PHK Akibat Pandemi Menjadi Mangsa

Share this content:

korban-jual-ginjal-kena-phk-akibat-pandemi-perindo-korban-perlu-dilindungi-dan-ditolong-InsumTtKXc Penjualan Ginjal Melonjak, Korban PHK Akibat Pandemi Menjadi Mangsa

Baca Juga:

Yerry Tawalujan Menyayangkan dan Prihatin dengan Kasus Jual Beli Ginjal di Kamboja

Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial, Yerry Tawalujan, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kasus jual beli ginjal yang marak terjadi belakangan ini. Menurutnya, perdagangan organ tubuh manusia ini tidak sepatutnya terjadi. Dalam keterangannya, Yerry mengatakan, “Kami sangat menyayangkan dan prihatin dengan kasus jual beli ginjal yang terjadi akhir-akhir ini. Tidak seharusnya organ penting tubuh manusia ini diperdagangkan untuk tujuan komersil.”

Penindakan Sindikat Penjual Ginjal dan Perlindungan kepada Pendonor

Yerry Tawalujan, yang juga akan maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara, menyebut bahwa pihak kepolisian perlu bertindak tegas terhadap sindikat penjual ginjal ke Kamboja. Namun, ia juga menekankan perlunya melindungi dan membantu pendonor ginjal, karena mereka dapat dikategorikan sebagai korban dalam kasus ini. “Sindikatnya perlu ditindak karena menjadi dalang perdagangan ginjal. Tapi pendonor ginjalnya perlu dilindungi bahkan ditolong, karena mereka korban. Mereka terpaksa melakukan itu karena menjadi korban himpitan ekonomi akibat pandemi Covid-19,” jelas Yerry.

Peran Pemerintah dalam Mencegah Kasus Jual Beli Ginjal

Juru Bicara Nasional Partai Perindo, partai modern yang dikenal peduli terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mendapat nomor urut enam belas pada pemilu legislatif tahun 2024, menyampaikan bahwa pemerintah perlu ikut campur untuk mencegah terulangnya kasus jual beli ginjal di masa mendatang. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memperkuat jaring pengamanan sosial bagi para korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi, sehingga mereka tidak terjebak dalam situasi ekonomi yang sulit dan terpaksa menjual ginjal mereka.

See also  Keamanan dan Kesehatan Publik: Polisi Periksa Kualitas Makanan di Restoran

Pengungkapan Sindikat Jual Beli Ginjal di Kamboja oleh Polda Metro Jaya dan Mabes Polri

Sebelumnya, tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Mabes Polri berhasil menangkap 12 orang terkait kasus jual beli ginjal manusia. Para pelaku ini telah menjual ginjal mereka ke Kamboja. Dalam hasil pemeriksaan polisi, diketahui bahwa sebagian dari mereka adalah mantan pendonor ginjal yang menjual organ tubuhnya karena terkena PHK akibat pandemi Covid-19.

Langkah-Langkah Pemerintah untuk Mengatasi Kasus Jual Beli Ginjal

Untuk mengatasi kasus jual beli ginjal yang semakin marak, pemerintah perlu memiliki langkah-langkah konkret. Selain memperkuat jaring pengamanan sosial bagi para korban PHK, penyuluhan dan penegakan hukum yang tegas terhadap sindikat perdagangan ginjal juga penting dilakukan. Hal ini diharapkan mampu mencegah terjadinya penyalahgunaan organ tubuh manusia serta memberikan kepastian hukum kepada mereka yang melakukan perdagangan ilegal ini.

Kesimpulan

Kasus jual beli ginjal di Kamboja merupakan sebuah permasalahan serius yang harus segera ditangani. Yerry Tawalujan, sebagai Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial, menyayangkan dan prihatin dengan kejadian ini. Ia meminta pemerintah untuk bertindak tegas terhadap sindikat perdagangan ginjal dan melindungi pendonor yang terpaksa melakukan tindakan tersebut. Langkah-langkah pencegahan juga perlu dilakukan untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa yang akan datang.

Baca Juga:

Post Comment