Loading Now
×

Polri Mengumumkan Tidak Ada Korban Meninggal di Kanjuruhan Usai Penggunaan Gas Air Mata

Polri Mengumumkan Tidak Ada Korban Meninggal di Kanjuruhan Usai Penggunaan Gas Air Mata

Polri Mengumumkan Tidak Ada Korban Meninggal di Kanjuruhan Usai Penggunaan Gas Air Mata

Share this content:

api-perdamaian-antarsuporter-membesar-setelah-trag-wgjr Polri Mengumumkan Tidak Ada Korban Meninggal di Kanjuruhan Usai Penggunaan Gas Air Mata

Baca Juga:

Polri Dalami Penyebab Kematian Ratusan Pendukung Arema FC

Polri masih terus melakukan investigasi secara mendalam untuk mengungkap kasus kematian ratusan pendukung Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10) lalu. Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan para suporter yang meninggal dunia tersebut bukan disebabkan oleh gas air mata.

Para Ahli dan Dokter Menyampaikan Pernyataan Terkait Penyebab Kematian

Pernyataan itu disampaikan Dedi mengutip pernyataan sejumlah ahli dan dokter spesialis yang menangani para korban. Mereka terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam, penyakit paru, penyakit THT, dan spesialis penyakit mata. Menurut mereka, tidak ada satu pun yang menyebutkan bahwa penyebab kematian para korban adalah gas air mata.

Kekurangan Oksigen sebagai Penyebab Utama Kematian

Dedi menyebut berdasarkan pendalaman para ahli, ratusan korban tewas dalam insiden Kanjuruhan lantaran kekurangan oksigen. Para korban kekurangan oksigen saat berdesakan menuju pintu keluar stadion. Jumlah korban terbanyak akibat berdesakan terjadi di pintu 3, 11, 13, dan 14.

Efek Gas Air Mata pada Mata dan Sistem Pernapasan

Ia menjelaskan gas air mata pada umumnya hanya menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan sistem pernapasan. Namun, dampak tersebut akan hilang dengan sendirinya dan tidak menimbulkan efek fatal. Gas air mata tidak menyebabkan kematian manusia.

Gas Air Mata yang Kadaluwarsa Tidak Efektif

Dedi juga mengakui sejumlah gas air mata yang digunakan aparat saat mengendalikan massa di Stadion Kanjuruhan telah kadaluwarsa atau melewati batas masa guna. Namun, gas air mata yang telah kadaluwarsa justru mengalami penurunan dari segi fungsi. Oleh karena itu, fungsi gas air mata yang telah kadaluwarsa justru tak lagi efektif seperti semula.

See also  Perang Informasi Terjadi: Rusia Mendakwa Ukraina Membom Moskow Menggunakan Pesawat Tak Berawak, Bangunan Rusak Parah

Enam Tersangka Ditetapkan Terkait Insiden

Hingga kini, polisi telah menetapkan enam tersangka terkait insiden di Kanjuruhan. Mereka ialah Direktur Utama PT LIB Ahkmad Hadian Lukita, Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris, dan Security Officer Suko Sutrisno. Sedangkan tiga tersangka lain merupakan personel Polri, yakni Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi, dan Komandan Kompi Brimob Polda Jawa Timur AKP Hasdarman.

Simak Videonya agar Tak Ketinggalan Informasi Terbaru

Jangan sampai ketinggalan! Kamu sudah lihat video ini?

Baca Juga:

Post Comment