Loading Now
×

Tendik diharapkan menunjukkan semangat baru dalam mengajar Pendidikan Pancasila, kata Waka BPIP.

Tendik diharapkan menunjukkan semangat baru dalam mengajar Pendidikan Pancasila, kata Waka BPIP.

Tendik diharapkan menunjukkan semangat baru dalam mengajar Pendidikan Pancasila, kata Waka BPIP.

Share this content:

Menurut Wakil Kepala BPIP Karjono Atmoharsono, hukum telah kehilangan mata ajaran dan kuliah Pancasila selama lebih dari 20 tahun di semua tingkat pendidikan formal. Hal ini diungkapkan dalam pidato pembukaannya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada Senin (15/8/2023). Kegiatan Forum Group Discussion (FGD) ini dihadiri oleh lebih dari 51 dosen Pancasila dan Kewarganegaraan.

Baca Juga:

Distribusi mata ajar dan mata kuliah Pancasila di pendidikan formal

Wakil Kepala BPIP Karjono Atmoharsono mengungkapkan bahwa selama 20 tahun terakhir, mata ajar dan mata kuliah Pancasila hilang dari semua tingkat pendidikan formal. Pernyataan ini disampaikan dalam pidatonya sebagai pembicara kunci di Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada 15 Agustus 2023. Kegiatan Forum Group Discussion (FGD) ini merupakan acara rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial UNJ. Pada kali ini, tema yang diangkat adalah Pelatihan dan Penyegaran Dosen Mata Kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan UNJ. Lebih dari 51 dosen Pancasila dan dosen Kewarganegaraan ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Kelemahan Pancasila di era reformasi

Mata pelajaran Pancasila mulai menghilang sejak era reformasi, yang sayangnya tidak dirasakan oleh para guru dan pengajar Pancasila. Penyebab melemahnya Pancasila adalah pencabutan Tap MPR II Tahun 1978 tentang Eka Pancakarsa atau P4, pembubaran Lembaga BP7 satu tahun kemudian, dan penggantian UU 2/1989 dengan UU 20/2023 tentang Sisdiknas yang menghilangkan mata pelajaran Pancasila. Karjono juga memberikan gambaran sejarah kejayaan Pancasila dari segi hukum. Pada masa Bung Karno, Pancasila mengalami kejayaan melalui Penetapan Presiden Nomor 19 Tahun 1965 tentang Pokok-pokok Sistem Pendidikan Nasional Pancasila (Penpres No.19 PNPS Tahun 1965). Namun, UU No.19 PNPS Tahun 1965 kemudian diganti dengan UU 89/1989, dan terakhir diganti dengan UU 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas yang menghilangkan mata pelajaran Pancasila.

See also  Ismail Thomas Menjadi Sorotan Publik karena Terlibat Kasus Korupsi Izin Tambang di Kutai Barat

Generasi milenial ditinggalkan Pancasila

Sudah 23 tahun lebih sejak masa reformasi, termasuk generasi milenial atau yang saat ini dikenal sebagai generasi Z, Pancasila terlupakan. Padahal, pada masa lalu terdapat mata pelajaran budi pekerti, PKK, PPKN, CIVIC, PMP, dan Pancasila. Saat ini kondisinya memprihatinkan, survei SMRC menyebutkan bahwa 64,6 persen orang menyebut Pancasila, skor toleransi hanya 49,1 persen, dan sikap terhadap gagasan mengganti Pancasila dengan ideologi lain mencapai 9,5 hingga 11,8 persen. Survey dari BNPT juga menunjukkan bahwa 85 persen generasi milenial rentan terpapar radikalisme. Bahkan survei dari Setara Institute menyatakan bahwa 83,3 persen siswa SMA tidak melihat Pancasila sebagai ideologi permanen.

Upaya memperkuat pemahaman Pancasila

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu adanya pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai Pancasila pada anak didik dan mahasiswa. Tenaga pendidik, baik guru maupun dosen, harus memiliki kepribadian Pancasila dan berkomitmen untuk meneruskan nilai-nilai luhur Pancasila kepada generasi muda. UNJ diharapkan menjadi kampus yang memegang teguh Pancasila. Setelah era reformasi, Pancasila mulai diperkuat. Presiden Joko Widodo mendirikan lembaga yang menangani Pancasila melalui Perpres 54/2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Lembaga ini kemudian direvitalisasi menjadi BPIP melalui Perpres 7/2018. Pada masa kepemimpinan BPIP, nilai-nilai Pancasila diperkenalkan melalui program Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara. Upaya lainnya termasuk pendirian Diklat Konstitusi oleh Mahkamah Konstitusi, Gerakan Revolusi Mental oleh Menko PMK, Wawasan Kebangsaan oleh Kemendagri, dan Bela Negara oleh Kemenhan.

Pengenalan Salam Pancasila dan lagu Indonesia Raya

Karjono juga memperkenalkan Salam Pancasila yang digagas oleh Megawati Soekarnoputri, Ketua Dewan Pengarah BPIP. Salam Pancasila diadopsi dari pekik Merdeka yang ditetapkan oleh Bung Karno melalui Maklumat 31 Agustus 1945. Salam Pancasila merupakan salam kebangsaan yang menyatukan. Selain itu, Karjono juga menjelaskan bahwa lagu Indonesia Raya Tiga Stanza diatur dalam UU 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara. Lagu ini pertama kali disajikan pada tanggal 28 Oktober 1928.

See also  Pengalaman vs. Kejutan: 20 Pelatih yang Memberi Warna di LALIGA EA Sports Musim Depan

Pembangunan keberagaman dan kemajuan Indonesia

Keberadaan Dosen PPKn menjadi kunci dalam memelihara dan memupuk komitmen kebangsaan terhadap Pancasila. Melalui dedikasinya, UNJ telah menjadi wahana pendidikan yang memastikan generasi muda tetap memahami, menghormati, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Dengan pemahaman yang kuat tentang ideologi Pancasila, Indonesia dapat terus bersatu dalam kebhinekaan dan kemajuan.

Penutup

Kegiatan Pelatihan dan Penyegaran Dosen Mata Kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan UNJ dihadiri oleh Rektor UNJ, Dekan FISIP UNJ, Ketua LP3M, Koorpus LMU, dan dosen Pancasila dan Kewarganegaraan. Dalam upaya memperkuat pemahaman Pancasila, BPIP telah membentuk tim penyusun buku ajar Pancasila yang melibatkan 160 ahli. Berbagai buku referensi sudah ditetapkan dan diharapkan nilai-nilai Pancasila dapat tertanam dalam proses pendidikan di berbagai jenjang.

bpip_pendidikan_pancasila_unj Tendik diharapkan menunjukkan semangat baru dalam mengajar Pendidikan Pancasila, kata Waka BPIP.

Baca Juga:

Post Comment

Yoga teacher training in bali. Copyright © 2024 rummy nabob. Booking form spa bali | spa in seminyak | spa in bali.